Sabtu, 06 April 2013

Sholat Malam Menyehatkan & Menenteramkan

Alloh SWT berfirman :
 
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

Artinya  : “Dan pada sebagian malam lakukanlah salat Tahajud (sebagai suatu ibadah tambahan bagimu). Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji”. (Al Isra: 79). 

Salah satu hadis Nabi SAW menyebutkan: “Shal at yang paling utama sesudah salat fardhu, adalah shalat sunnah path waktu malam”. (HR Muslim) Ayat Alquran dan hadis Rasullulah itu menunjukkan betapa penting makna salat tahajud, salat malam atau qiyamulail, di antara salat wajib yang lima waktu, dan di antara banyak salat sunnah. Begitu besar makna salat malam itu, juga dibuktikan dengan banyaknya ayat-ayat dalam Kitab Suci yang menyebutkan dan menganjurkannya. 

Continues To Read Click Show :


Misalnya Al Muzamil: 3, As Sajdah: 16, Ada Dzariyat: 18, Al Furqon: 64,Ali Imran:113-1l5). Ketika hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad bersabda: “Wahai sekalian manusia, sebarkanl ah salam, berilah makan (orang-orang kepada miskin), sambunglah tali silaturahmi dan salatlah di malam han di saat orang-orang tidur nyenyak. Maka kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah). Sabda itu adalah sebagai pesan pertama yang disampaikan oleh Nabi setelah perjalanan panjang dan Mekah. Sekali lagi hal itu menunjukkan betapa penting makna salat malam bagi orang-orang yang beniman dalam hubungan dengan Allah-nya.

Waktu :
Salat Tahajud adalah salat sunnah di malam hani setelah tidur lebih dulu. Bisa dilakukan setelah salat Isya. Namun karena persyaratan salat sunah itu dilakukan sesudah tidur, rasanyajarang sekali orang yang melakukan hal itu sesudah salat Isya. Meskipun salat Isya bisa juga dilakukan di tengah malam atau sesudahnya sebelum tiba waktu subuh. Apalagi ada kebiasaan pada umat Islam untuk menunggu saat salat Isya setelah Magrib. Jarak waktu antara ke dua salat wajib itu yang relatifpendek, banyak diisi dengan ibadah-ibadah lain. Misalnya zildr, tadarus, mendalami makna Al Quran, thu lain-lain. Sehingga usai salat Isya waktu masih ferlalu sore untuk tidur. Namun yang paling utama salat malam itu dilakukan path sepertiga malam akhir, yaitu kira-kira mulai pukul 02.00 sampai thtang waktu subuh. Hal itu berdasarkan hadis Nabi yang menyebutkan: “Allah SWT turun ke dunia pada sepertiga malam, kemudian berfirman: ‘Apabila ada yang memanggil-Ku, AKu akan menyambutnya. Apabila ada yang meminta, Aku akan memberinya. Apabila ada yang bertobat, Aku akan mengampuninya, sampai waktu subuh tiba”. (HR Al-Bukhari, Malik, Muslim, thu Al Thmidzi). Secara garis besar , malam hari terbagi menjadi tiga, antara lain sebagai berikut :
1. Sepertiga malam pertama, sesudah salat Isa - 22.00
2. Sepertiga malam kedua, pukul 22.00 - 01.00
3. Sepertiga terakhir, jam 01.00 - menjelang salat Subuh

Bangun :
Hal yang paling sulit untuk melaksanakan salat malam adalah bangun dari tidur. Jam 01.00 dan selebihnya, bahkan sampai menjelang subuh, biasanya adalah saat nilcmatnya tidur. Udara sejuk sehingga membuai orang untuk teffip di dalam selimutnya. Bangun untuk salat malam membutuhkan niat yang kuat. Niat untuk menjalankan ibadah. Walau ibadah sunah, tetapi seperti Sabda Nabi, adalah yang paling utama sesudah salat fardu. Jika niat dalam hati sudah tumbuh, tinggallah bagaimana melaksanakan. Untuk memperkuat niat, sangat baik membaca buku-buku tentang makna thu manfaat qiyamulail. Banyak ulama dan sarjana agama yang telah menulis buku-buku tentang manfaat dan makna qiyamulail, dalam kaitan dengan kedudukan manusia di hadapan Allah. Bangun tengah malam untuk salat butuh kebiasaan. Cara membiasakan itulah yang hams dirintis dalam jangka waktu tertentu. Untuk itu ada beberapa cara :
1.Yang paling gampang adalah memasang alarm jam. Dalam jangka waktu tertentu, kebiasaan bangun akan terjadi dengan sendirinya. Untuk itu ada yang butuh waktu pendek, satu atau dua minggu, ada yang lebih lama.
2.Ada yang tanpa alarm pun bisa membangun kebiasaan itu. Yaitu dengan menanamkan niat dalam hati kuat-k uat, didukung dengan mencatat dalam ingatan, bahwa nanti akan bangun pada jam 01.00,02.00, atau 03.00. Hal itu dilakukan pada waktu mau tidur, niat diperkuat terus sampai benar-benar tertidur. Terutama sesudah membaca tiga surat terakhir dalam Alquran, yaitu Surat Al Iklhas, Al Falaq dan An Nas, ditambah Ayat Kursi.
3.Hilangkan kebiasaan begadang sehingga cukup waktu untuk tidur dan perangi kemalasan.
4.Biasakan menjalankan amalan-amalan yang dijalankan oleh Rasul.

Cara :
Ada beberapa cara pelaksanaan salat tahajud yang biasa dilakukan oleh Rasul :
1.Salat lail 11 rakaat dengan format 4-4-3. Yaitu 4 rakaat lalu salam, 4 rakaat lalu salam, kemudian 3 rakaat lalu salam. Tiga rakaat yang terakhir adalah salat witir. Hal itu berdasarkan hadis fi’li (perbuatan Nabi SAW) yang bersumber dari Aisyah ra, istri Nabi. (HSR al Bukhari dan Muslim).
2.Salat lail 11 rakaat dengan format 8-2-1. Dan Sad bin Hisyam bin Amir ra, bahwa ketika ia bertanya tentang shalat malam kepada Ibn Abbas, maka Ibn Abbas mempersilakan Sad bertanya kepada Ummul Mu’minin Aisyah.
Aisyah menjawab: “Karni rnenyiapkan untuk beliau siwaknya dan alat bersucinya. Lalu Allah rnernbangunkannya bagi apa sajayangAllah kehendaki. Beliau lalu bersiwak dan berwudlu, lalu shalat 8 rakaat tanpa duduk di dalarnnya kecuali pada rakaat ke 8. Beliau dzikir dan berdoa, kern udian salarn dengan salarn yang karni dapat rnendengarnya. Kernudian beliau salat 2 rakoat dalarn keadan duduk setelah itu salarn. Kernudian beliau salat 1 rakoat. Dernikian itulah 11 rakaat wahai anakku...” (HSR A1-Nasai, Abu Dawud, thri Sad bin Hisyam, thri Ibn Abbas, dan Aisyah ra.)
3.Salat lail 11 rakaat dengan format 2-2-2- 2-2-1. Yaitu salam pada tiap dua rakaat sampai sepuluh rakaat dan ditutup dengan sam rakaat salat witir. Dari Aisyah ra bahwa: “Rasulullah saw mengerjakan salat lail pada waktu antara selesai salat Isya yang disebut orang sebagai Atarnah- sarnpai fajar sebelas rakaat. Beliau mengucapkan salam pada tiap dua rakaat dan beliau melakukan witir satu rakaat (HSR Muslim, al Nasai, Abu Dawud, Abmad, al Darimi). Hadis itu sekaligus menjelaskan tentang waktu salat lail, yaitu antara setelah Isya sampai sebelum masuk waktu Subuh. Tentang salat lail 10 rakaat ditambah 1 rakaat salat witir itu juga dijelaskan dalam satu hadis riwayat Muslim dan Aisyah ra, bahwa: “Shalat Rasullullah saw di malam han adalah 10 rakaat dan witir dengan satu rakaat, lalu beliau salat 2 rakaat sunatfajar makajadilah 13 rakaat “. (HSR Muslim: 1211 melalui al Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr al-Shiddiq, dan Aisyah ra.) Dua rakaat terakhir, salat sunah fajar, tidak tergolong salat malam. Surat-surat yang dibaca pada umumnya adalah Al Kafirun , Al flchlas, Al Falak dan An Nas. Namun baik pula membaca surats urat pendek lain dalam AiQuran. Dalam salat Witir, path rakaat pertama dibaca surat Al A’la, rakaat kedua dan ketiga Al Kafirun dan Al llchlas. Path rakaat terakhir itu selain Al Ikhlas ada pula yang menambah dengan Al Falak dan An Nas.

Makna :
Selain makna berkaitan dengan amalan ibadah dan hubungan antara manusia dengan penciptanya Allah SWT, menurut penelitian para ahli, salat malam juga memberi manfaat sebagai berikut :
1.Salat malam thpat meningkatkan thya tahan organ tubuh, seperti jantung, otak, dan anggota tubuh lain. Secara psikologis, salat malam membuat kita diliputi ketenangan dan dibebaskan dan segala macam kegundahan, kegelisahan, dan kekawatiran. Hal itu akan membantu kelancaran peredaran darah ke seluruh tubuh.
2.Terhindar dan sakit tulang punggung, karena gerakan salat menyehatkan tulang. Penelitian menunjukkan mereka yang menjalani salat malam, tentu saja sesudah salat fardu dan salat sunah lainnya, terhindar dan sakit tulang punggung ketimbang yang tidak melaksanakan salat tahajud.
3.Salat tahajud merupakan upaya relaksasi din sehingga kekuatan din lebth tangguh ketika menghadapi tekanan dan luar. Terbentengi dan stress yang sangat mengganggu kesehatan. Karena stress menyebabkan terjadinya pengeluaran cairan tubuh (hormon) dan penguapa n yang lebth cepat.
4.Menurut para ahli bioteknologi, salat Tahajud dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pasien pengidap penyakit kanker. Secara emosional salat itu dapat menguatkan kesiapan pasien ketika akan menjalani operasi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Jika ingin menyampaikan sesuatu,silahkan sampaikan dalam kotak komentar, hanya saja mohon dalam berkomentar tidak menggunakan kata-kata yang mengandung sara dan provokasi. Terima kasih atas komentarnya.